Apakah kalian pernah mendengar pertanyaan
"Pilih mana? Pasangan atau Sahabat?"
Kukira semua orang akan memiliki jawaban yang sama sepertiku, tentu saja memilih sahabat
Karena tidak akan ada kata "mantan" untuk sahabat
Tetapi, aku menemukan jawaban yang membuatku berpikir kembali benarkah memilih sahabat itu jawaban yang tepat?
Salah seorang yang tidak aku kenal sama sekali, menjawab bahwa dia lebih memilih pasangan nya
Kenapa?
Alasan dia lebih memilih pasangan karena ketika sahabat sahabatmu memiliki pasangan, sudah pasti pasangan mereka menjadi prioritasnya daripada sahabatnya sendiri
...
Aku tetap pada pilihanku
Sahabat adalah segalanya!
Mereka yang selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahku, selalu bersedia menolongku, atau bahkan hanya mendengarkan gurauan ku yang tidak terlalu lucu
Tapi kemudian aku dihadapkan dengan keadaan sahabat - sahabat yang memiliki pasangan
Dan pada akhirnya aku mengalami apa yang dikatakan orang yang tidak kukenal tadi
Bahwa sahabatmu akan pergi meninggalkanmu bersama pasangan nya
Berat
Tapi aku harus bisa menerimanya, itu pilihan mereka dan mereka akan bahagia hidup dengan pasangan mereka masing masing
Dengan melihat mereka bahagia, sudah pasti menjadi kebahagiaanku juga
Classic memang, tapi memang seperti itulah
...
Kemudian aku menemukan seseorang yang bisa berperan sebagai keduanya
Sebagai seorang sahabat dan sebagai "pasangan"
Dia adalah orang yang selalu mendengarkan ceritaku, orang yang bisa menerima segala kekuranganku, orang yang bisa bertahan dengan segala sikap burukku, orang yang selalu mendoakanku, orang yang selalu memberiku semangat, orang yang selalu bisa mengabulkan keinginanku sekalipun itu tidak masuk akal, dia orang yang sangat bisa diandalkan
Ketika sahabat sahabatku yang lain mulai menghilang dan sibuk dengan pasangan nya masing masing, hanya dia yang selalu ada
...
Setelah berada cukup lama aku berada didekatnya, maka akupun memutuskan untuk merubah jawabanku dan menyetujui jawaban orang yang tidak kukenal itu
Aku memilih pasanganku!
Karena seorang pasangan ternyata bisa juga menjadi seorang sahabat
Meskipun orang ini belum benar benar menjadi pasanganku
Tetapi dia selalu menjadi tempatku untuk mengadu, menceritakan segala keluh kesahku, tempatku untuk berbagi
Aku ingin orang ini yang selalu kulihat setiap pagi ketika aku membuka mata, dan orang yang selalu kulihat setiap malam sebelum aku menutup mata
...
Namun untuk saat ini sepertinya Tuhan berkata lain
Sepertinya Tuhan marah padaku
Karena terlalu berharap lebih pada makhluk-Nya dari pada berharap pada-Nya
Tapi juga Tuhan tetap sayang padaku, aku bisa merasakannya, aku tahu itu
Maafkan aku karena aku kurang bersyukur selama ini
...
Sahabatku yang kukira mereka sudah pergi dan asik dengan pasangan nya masing masing ternyata mereka hadir ketika keadaanku sedang terpuruk
Mereka ada untuk memberiku semangat dengan caranya masing masing
Ternyata bukan mereka yang pergi, tapi aku yang melupakan mereka
Maafkan aku, karena terlalu asik dengan duniaku
Aku ingin bisa menjadi seperti kalian
Orang - orang yang bisa menjadikan pasangan nya sebagai prioritas tanpa meninggalkan sahabatnya
...
Pertanyaan "Pilih Pasangan atau Sahabat?"
Mana yang harus kupilih?
Dan jawabanku sekarang, aku pilih keduanya!
Terkadang kita harus menjadi serakah
Jika itu memang baik untuk kita
Mungkin kalian pernah mendengar kalimat "Hidup Adalah Pilihan"
Tapi menurutku, kita tidak selalu harus memilih, ketika bisa mengambil semua pilihan nya
Hanya saja kita harus bisa membaginya dengan seimbang.. sama rata..
Terima kasih Tuhan, karena Kau telah menempatkanku disekeliling orang orang yang baik hati
Orang - orang yang menyayangiku dengan caranya masing masing
-Tami-
